Saturday, March 3, 2007

Sun releases Java Enterprise System 5.0

Major update of Java ES subscription-based middleware is more modular

By China Martens, IDG News Service
March 02, 2007

Sun Microsystems has released a new version of its Java Enterprise System (Java ES) set of subscription-based enterprise middleware with the emphasis on making the offering more modular.



The vendor unveiled Java ES 5.0 Thursday, the first major release of the bundle since October 2005. The offering brings Sun's infrastructure software, support and training together into a single product and is aimed at companies looking to purchase the vendor's middleware at a gradual, predictable rate. Java ES is also available in the form of individual software suites known collectively as Java System Suites.

"Java ES 5.0 continues a lot of what we started four years ago," said Jim McHugh, vice president of software infrastructure at Sun. In 2003, the vendor introduced what became Java ES as Project Orion as a way for customers to buy an integrated middleware stack made available on a regular quarterly release cycle.

Users can begin by buying the Java ES 5.0 Base for $100 per employee per year, which includes Sun's application, portal, and Web servers, and then choose to add on subscriptions for Sun's Java System Identity Manager or its Java Composite Application Platform Suite (Java CAPS). Adding in identity management brings the annual cost per user to $140, which then increases to $200 when Java CAPS is also included.

Sun sees its prime middleware competitor as IBM with its WebSphere offering. "They have the same breadth of software we offer, but we did our [product] integration three years ago," McHugh said. As Oracle continues integrating its Fusion middleware, it'll also be more of a significant Sun rival, he added.

Major enhancements in Java ES 5.0 include work on a monitoring console and monitoring framework and a common installer for the software components, McHugh said. The vendor is also keen to incorporate more of its own and third-party open-source components in its middleware. Java ES already includes Java DB, Sun's supported distribution of the open-source Apache Derby database. The middleware also supports the PostgreSQL open-source database.

Sun now lays claim to more than 1.3 million subscribers for Java ES compared to the nearly 1 million it declared in October 2005.

When Sun released Java ES 4.0 in 2005, the major focus for the new version was the additional support of operating systems from Microsoft and Hewlett-Packard. As well as Windows and HP-UX, Java ES supports Sun's Solaris and Red Hat's Enterprise Linux. Sun is continuing to debate whether Java ES should also support the other leading Linux distribution, Suse from Novell, McHugh said, and is seeing demand from some European users. Although Sun doesn't support IBM's AIX across the entire breadth of its middleware stack, many elements of Java ES do support the IBM operating system, he added.

Java ES users include credit reporting company Equifax, auto manufacturer General Motors, health-care insurance company Blue Cross and Blue Shield of Massachusetts and Australian telecom carrier Telstra Corp., McHugh said.

Sumber :http://www.infoworld.com

Friday, March 2, 2007

Algoritma Pemrograman 1

dalam buku ini saya mencoba untuk membantu rekan-rekan khusesnya mahasiswa baru di UIN jakarta dalam memehami Algoritma lam pemrograman, saya berharap buku ini dapat berguna bagi rekan-rekan sekalian
Berikut adalah gambaran dari isi buku ini


Algoritma Dan Pemrograman I

I. Pendahuluan
Sebelum kita memasuki materi saya akan mencoba untuk memberikan gambaran mengenai apa yang di maksud Algoritma.
Pengertian Algoritma
Kata algoritma berasal dari nama penulis arab yang bernama Abu Ja’far Muhammad ibnu Musa al-Khuwarizmi. Abu Ja’far Muhammad ibnu Musa al-Khuwarizmi menulis sebuah buku yang berjudul Kitab al jabar wal-muqabala.
Pada tahun 1950, kata algoritma sering di hubungkan dengan “algoritma Euclidean” yang memiliki makna proses untuk menemukan pembagi bersama terbesar dari dua bilangan bulat.
Saat ini algoritma sering di artikan sebagai urutan langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah.
Definisi :
Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang di susun secara sistematis. Kata yang menjadi kunci dalam definisi tersebut adalah logis. Yang berarti urutan langkah tersebut harus memiliki nilai kebenaran, yaitu benar atau salah. Jika langkah-langkah yang dilakukan tidak banar maka akan menghasilkan langkah yang salah.
Selain itu Algoritma juga harus memiliki akhir, kapan akhir dari algoritma ?. suatu algoritma akan berakhir atau berhenti manakala tujuan dari algoritma tersebut telah tercapai.
Contoh : Algoritma pertukaran piring dari tempat A ke B melalui C
- piring A pindah ke C (langkah satu)
- piring B pindah ke A (langkah dua)
- piring C pindah ke B (langkah tiga)
- piring A dan B sudah bertukar tempat (algorima selesai)

Download keseluruhan Buku: Algoritma Dan Pemrograman I

catatan: jika link tidak berfungsi harap konfirmasi saya di indika17@gmail.com

Friday, February 23, 2007

Registry Windows

Pengertian Registry Windows

Registry Windows adalah pusat database untuk pengaturan konfigurasi aplikasi dan informasi lainnya yang diperlukan oleh aplikasi. Dan kesemua pengaturan tersebut diatur dalam bentuk key. di dalam registry kita bisa melakukan tiga hal yaitu: membaca, menulis dan menghapus.
Kita dapat menjalankan registry dengan cara menuliskan regedit pada menu run setelah itu akan keluar tampilan seperti Gambar dibawah ini.

Class registry adalah kumpulan dari key-key yang terdapat di bawahnya dimana key-key tersebut ditempatkan pada class yang sesuai dengan fungsi key tersebut. Di dalam registry terdapat lima buah member class. Berikut adalah jenis member class dan fungsi dari class tersebut.

Members

Fungsi

Key yang berhubungan

ClassesRoot

Menyimpan informasi tentang type dan

class serta propertinya.

HKEY_CLASSES_ROOT

CurrentUser

Menyimpan informasi mengenai

preferensi pemakai.

HKEY_CURRENT_USER

LocalMachine

Menyimpan informasi konfigurasi dari

mesin lokal.

HKEY_LOCAL_MACHINE

Users

Menyimpan informasi mengenai

konfigurasi default pemakai.

HKEY_USERS

CurrentConfig

Menyimpan informasi hardware yang

tidak spesifik pemakai.

HKEY_CURRENT_CONFIG


Contoh key registry

  1. HKEY_CURRENT_USER\ Identities

- Fungsi key ini adalah untuk pengaturan identitas user.

  1. HKEY_CURRENT_USER\ SessionInformation\ Count

- Fungsi key ini adalah untuk memberi informasi mengenai jumlah program yang sedang di jalankan

- apaila kita menjalankan 4 program maka secara otomatis nilai count akan berubah sesuai jumlah program yang sedang aktiv.

  1. HKEY_CURRENT_USER\ Software

- Fungsi dari key ini adalah untuk mengatu seluruh program yang terdapat pada computer

- jika kita menginstal software baru maka ia akan membuat subkey di dalam key ini

  1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Macromedia

- Fungsi dari key ini adalah untuk pengaturan Software Macromedia yang telah terinstal pada computer.

  1. HKEY_CURRENT_USER\ Software \ Microsoft

- Fungsi key ini adalah untuk mengatur dan mencari informasi menganai software Microsoft yang terinstal dalam computer

- ketika kita menginstal software Microsoft maka software tersebut akan membuat subkey beru dalam key ini

  1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Office

- Funsi key ini adalah untuk mengatur program-program yang terdapat pada Microsoft office

  1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion \Policies

- Fungsi key ini adalah untuk pengaturan akses dalam Windows

- disini kita bisa melakukan blok tehadap fasilitas windows seperti RUN dan Task Manager

  1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion \Policies\ NoRun

- Fungsi key ini adalah untuk pembelokiran akses run

  1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion \Policies\ DisableRegistryTools

- Fungsi key ini adalah untuk pembelokiran akses registry

  1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Group Policy\GroupMembership

- Fungsi key ini adalah untuk mengatur group membership dari user yang sedang aktiv

  1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

- Fungsi key ini adalah untuk menjalankan suatu program secara otomatis ketika user aktiv

  1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Notepad

- Fungsi key ini adalah untuk pengaturan notepad

  1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Adobe

- Fungsi key ini adalah untuk mengatur pengaturan program-program Adobe yang terdapat pada sub key.

  1. HKEY_CURRENT_USER\Printers

- Fungsi key ini adalah untuk pengaturan perinter

  1. HKEY_CURRENT_USER\Environment

- fungsi key ini adalah untuk mengatur variable environment

  1. HKEY_CURRENT_USER\Control Panel

- Fungsi key ini adalah untuk mengatur control panel dan fungsi yang terdapat di dalamnya

  1. HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ RunOnce

- fungsi key ini adalah untuk menjalankan program sebanyak satu kali

  1. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\ Policies\Explorer

- fungsi key ini adalah untuk melakukan pengaturan terhadap akses pada tools-tools di windows explorer

  1. HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop

- fungsi key ini adalah untuk pengaturan tampilan desktop

  1. HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Mouse

- fungsi key ini adalah untuk pengaturan properties pada mouse

Thursday, February 22, 2007

Teknik Mengintai Jaringan Lawan

Teknik Mengintai Jaringan Lawan

Onno W. Purbo

Langkah ke empat (4) terakhir dalam proses footprinting adalah melakukan pengintaian jaringan lawan, dalam bahasa Inggris-nya adalah network reconnaissance. Proses pengintaian dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak traceroute (di UNIX / Linux), atau menggunakan tracert (di Windows).


Traceroute merupakan perangkat lunak diagnostik yang pertama kali di kembangkan oleh salah satu sesepuh Internet yaitu Van Jacobson. Dengan mengakali parameter Time To Live (TTL) di paket IP agar setiap router yang dilewati mengirimkan berita ICMP_TIME_EXCEEDED, kita dapat memetakan route yang diambil oleh sebuah paket dalam jaringan Internet.

Sebagai contoh kita akan melihat hasil traceroute ke beberapa mesin yang ada di lingkungan jaringan Telkom, seperti www.telkom.co.id, www.plasa.com, in-mta1.telkom.co.id. Proses traceroute saya lakukan menggunakan sambungan dial-up menggunakan ISP indo.net.id pada kecepatan 19.2Kbps karena kebetulan memang kabel telepon di rumah saya tidak terlalu baik. Mari kita lihat beberapa kesimpulan dari peta yang kita peroleh.

[root@gate onno]# traceroute www.plasa.com
traceroute to www.plasa.com (202.134.0.172), 30 hops max, 38 byte packets
1 Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29) 187.690 ms 189.692 ms 189.757 ms
2 Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32) 189.820 ms 178.021 ms 179.822 ms
3 Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1) 189.840 ms 199.950 ms 182.850 ms 4 202.148.63.65 (202.148.63.65) 216.687 ms * 219.695 ms
5 * * 198.32.204.83 (198.32.204.83) 300.194 ms
6 * s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241) 490.050 ms 409.613 ms
7 * FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149) 300.095 ms 309.653 ms
8 GigaE5-0.1.emm.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.174) 349.822 ms 299.629 ms *
9 www.plasa.com (202.134.0.136) 400.178 ms 389.508 ms *


Tampaknya www.plasa.com berada di Jakarta, karena memlalui beberapa mesin / router penting Telkom yang ada di Jakarta; mesin gcc, sm2 kemungkinan ada di Semanggi / Sentral telkom di Gatot Subroto – yah itu hanya tebakan dari gaya penamaan mesin Telkom yang kemungkinan mengambil referensi pola penamaan tempat cara abri yang agak kriptik tapi terprediksi Waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan paket & dikembalikan lagi oleh www.plasa.com adalah sekitar 400 mili detik.


[root@gate onno]# traceroute in-mta1.telkom.co.id
traceroute to in-mta1.telkom.co.id (202.134.0.196), 30 hops max, 38 byte packets 1 Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29) 507.252 ms 489.515 ms 509.857 ms
2 * Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32) 200.130 ms 199.694 ms
3 Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1) 199.793 ms 189.703 ms 189.889 ms
4 202.148.63.65 (202.148.63.65) 389.829 ms 269.620 ms *
5 * * *
6 s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241) 869.655 ms 669.665 ms
559.793 ms
7 FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149) 489.828 ms 419.716 ms *
8 GigaE5-0.1.emm.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.174) 369.912 ms 219.670 ms 219.859 ms
9 in-mta2.plasa.com (202.134.0.196) 339.852 ms 239.796 ms 289.778 ms


Secara tidak sengaja kita bisa melihat ternyata in-mta1.telkom.co.id adalah juga in-mta2.plasa.com, artinya semua mail ke orang telkom dengan hostname telkom.co.id akan bisa di tangkap di in-mta2.plasa.com juga. Ini agak berbahaya sebetulnya untuk sebuah perusahaan seperti Telkom. Tampaknya in-mta2.plasa.com, in-mta1.telkom.co.id & www.plasa.com berada dalam sebuah keluarga jaringan 202.134.0.x. Jika kita mengetahui struktur organisasi Telkom, berarti 202.134.0.x merupakan tempat penyimpanan mesin-mesin yang dikelola oleh Divisi Multimedia yang mengelola plasa.com.


[root@gate onno]# traceroute www.telkom.net.id
traceroute to www.telkom.net.id (202.134.0.12), 30 hops max, 38 byte packets
1 Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29) 197.334 ms 189.571 ms 189.805 ms
2 Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32) 199.799 ms 189.752 ms 189.969
ms
3 Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1) 189.734 ms 199.678 ms 189.795 ms
4 202.148.63.65 (202.148.63.65) 249.844 ms 316.807 ms 289.855 ms
5 * * *
6 * s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241) 260.189 ms 299.710 ms
7 * FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149) 320.187 ms 319.636 ms
8 * GigaE5-0.1.emm.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.174) 330.246 ms *
9 game.plasa.com (202.134.0.12) 460.078 ms * 420.131 ms


Ah semakin yakin saja kita, dari hasil traceroute www.telkom.net.id terlihat sekali bahwa ternyata www.telkom.net.id ternyata identik dengan game.plasa.com. Jelas bahwa semua keluarga besar plasa.com & telkom.net.id adalah servis TelkomNet yang merupakan bagian dari servis Divisi Multimedia PT. Telkom; termasuk tentunya TelkomNet Instant yang sering menjadi bulan-bulan ISP Indonesia yang lain yang menunjukan ketidak adilan (ketidak fairan) Telkom dalam memberikan servis di Indonesia.

Menarik untuk di simak ternyata Divisi Multimedia memegang keluarga IP 202.134.0.x sangat predictable sekali karena logikanya 202.134.x.x kemungkinan besar adalah keluarga IP-nya PT. Telkom, dan nomor terkecil (0) di ambil oleh penyelenggara / operator-nya, yaitu Divisi Multimedia. Dari hasil traceroute juga terlihat bahwa jaringan backbone / router utama Telkom tampaknya menggunakan keluarga IP 202.134.3.x.

Selanjutnya kita mencoba melihat bagaimana dengan kantor pusat PT. Telkom Indonesia di Bandung. Mari kita lihat hasil traceroute ke www.telkom.co.id yang tampaknya berada di kantor pusat PT. Telkom di Bandung.


[root@gate onno]# traceroute www.telkom.co.id
traceroute to www.telkom.co.id (202.134.2.15), 30 hops max, 38 byte packets
1 Digital-Tc.indo.net.id (202.159.33.29) 341.254 ms 189.285 ms 189.863 ms
2 Subnet-Gateway.indo.net.id (202.159.33.32) 389.814 ms 539.738 ms 339.843 ms
3 Loral-Gateway.indo.net.id (202.159.32.1) 379.842 ms 189.737 ms 629.806 ms
4 * * *
5 198.32.204.83 (198.32.204.83) 520.177 ms 529.823 ms 489.612 ms
6 * * s2-4-gw1.gcc.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.241) 490.196 ms
7 * FE11-0-0.sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.149) 720.213 ms *
8 * * *
9 * * fe-sm2.jakarta.telkom.net.id (202.134.3.179) 599.379 ms
10 s0-lembong.bandung.telkom.net.id (202.134.3.38) 719.669 ms 659.553 ms S4.lbg.bandung.telkom.net.id (202.134.3.50) 529.925 ms
11 192.168.16.250 (192.168.16.250) 765.193 ms 859.890 ms *
12 202.134.2.15 (202.134.2.15) 1070.083 ms 769.732 ms *


Dari hasil traceroute ke www.telkom.co.id ada yang menggelitik hati saya, ternyata ada router di IntraNet Telkom menggunakan IP 192.168.16.250 yang tampak ke jaringan public. Ini terus terang, agak menyalahi pakem untuk mendisain jaringan yang baik. Router yan menjadi firewall ke jaringan IntraNet telkom tampaknya ber-alamat IP 202.134.3.50.

Biasanya jaringan IntraNet 192.168.x.x & 10.x.x.x, harusnya tertutup untuk dilihat oleh publik. Jika perancang jaringan tersebut secara benar merancang jaringannya akan sangat sulit melakukan penetrasi jaringan menggunakan traceroute. Salah satu cara untuk melakukan traceroute menembus IntraNet, adalah dengan melakukan traceroute pada port tertentu, misalnya port 53 yang merupakan port Domain Name System (DNS) menggunakan perintah:

# traceroute –s –P53 IP_mesin_tujuan_dibalik_firewall

Bagi para administrator jaringan, tentunya akan sangat menyakitkan jika mengetahui bahwa jaringan-nya di intai oleh para hacker menggunakan traceroute. Ada beberapa software yang dapat digunakan untuk menipu / membatasi proses pengintaian tersebut, seperti snort (http://www.snort.org) yang merupakan software untuk melakukan Network Intrusion Detection System (NIDS). Kalau mau lebih jail lagi mungkin bisa menggunakan RotoRouter (http://packetstorm.securify.com/linux/trinux/src/rr-1.0.tgz) yang dapat mengirimkan responds palsu terhadap program yang melakukan tracreroute. Selain itu, anda juga dapat membatasi router-router yang ada di luar jaringan untuk membatasi traffik ICMP & UDP ke sistem yang spesifik, yang akhirnya akan mengurangi keterbukaan jaringan anda ke luar.